Kisah Manis di Balik Gemblong Persahabatan: Dari Usaha Keluarga hingga Jadi Rebutan 4.000 Buah Sehari
Gemblong Persahabatan di Jagakarsa viral dan mampu terjual 3.000-4.000 buah per hari. Simak cerita keluarga, harga Rp2.500, tekstur legit, dan tips membelinya.

Hook: Jajanan Tradisional yang Bikin Jakarta Heboh
Kawan, siapa sangka gemblong — jajanan Betawi yang sederhana — bisa jadi primadona baru di Jakarta? Di Jagakarsa, Jakarta Selatan, ada satu nama yang sedang naik daun: Gemblong Persahabatan. Dari obrolan warung kopi sampai linimasa media sosial, jajanan ini sukses menyita perhatian. Bukan karena kemasan mewah atau konsep kekinian, justru karena kesederhanaannya yang jujur.
Bayangkan, dalam sehari penjualnya bisa menghabiskan 3.000 hingga 4.000 buah gemblong. Angka itu bukan kaleng-kaleng untuk ukuran jajanan pasar. Fenomena ini pun jadi bukti bahwa kuliner tradisional masih punya tempat istimewa di hati masyarakat, asal punya cerita dan rasa yang kuat.
Daftar Isi
- Berawal dari Usaha Keluarga
- Dari Sulit Didapat hingga Viral
- Harga Cuma Rp2.500 per Buah
- Tekstur Legit dengan Lapisan Gula Merah
- Sudah Berdiri Sekitar 15 Tahun
- Pembeli Disarankan Pesan Terlebih Dahulu
- Lokasi di Jagakarsa
- Kenapa Gemblong Persahabatan Bisa Viral?
- Jajanan Tradisional Kembali Naik Daun
- Kesimpulan & Ajakan
Berawal dari Usaha Keluarga
Di balik ramainya antrean, ada kisah keluarga yang menghangatkan hati. Penjualnya bernama Elah. Ia bukan memulai usaha ini dari nol saat viral, melainkan meneruskan bisnis yang sebelumnya digeluti oleh suaminya. Usaha ini sudah berjalan sejak sekitar 2010-an. Setelah menikah, Elah ikut mengembangkan penjualan dengan tekun.
Ini yang membuat Gemblong Persahabatan berbeda dari jajanan viral lain yang muncul tiba-tiba karena tren. Ada sejarah panjang, ada keringat keluarga, dan ada resep yang diwariskan. Menariknya, perhatian publik justru datang setelah bertahun-tahun berjualan, tepatnya ketika seorang pembeli mengunggah pengalamannya ke media sosial.
Dari Sulit Didapat hingga Viral
Kisah viralnya pun unik. Semua bermula dari pengalaman pembeli yang sempat kesulitan mendapatkan gemblong tersebut. Konten itu menyebar cepat, memicu rasa penasaran. Efeknya luar biasa: pembeli kini datang bukan hanya dari sekitar Jagakarsa, tetapi juga dari berbagai wilayah Jakarta.
Fenomena ini menunjukkan betapa media sosial bisa mengubah popularitas sebuah jajanan tradisional dalam sekejap. Makanan yang tadinya hanya dikenal pelanggan lokal, kini menjadi tujuan kuliner. Liputan dari 20Detik bahkan menyarankan pembeli datang lebih pagi karena stok bisa habis sebelum siang.
Harga Cuma Rp2.500 per Buah
Salah satu daya tarik utama adalah harganya yang merakyat. Berdasarkan laporan detikFood pada Juni 2026, satu buah Gemblong Persahabatan dijual sekitar Rp2.500. Dengan uang Rp25 ribu, pembeli secara hitungan harga satuan bisa mendapatkan sekitar 10 buah. Sangat terjangkau, bukan?
Namun, karena popularitas dan penjualan terus berkembang, harga dapat berubah. Calon pembeli sebaiknya memastikan harga terbaru saat memesan. Selain gemblong, Elah juga menjual aneka jajanan lain seperti donat gula, donat isi cokelat, donat isi kacang hijau, pisang cokelat, onde-onde, combro, hingga donat ketan. Informasi ini tercatat dalam ulasan detikFood.
Tekstur Legit dengan Lapisan Gula Merah
Gemblong sendiri adalah jajanan tradisional berbahan dasar tepung ketan dan kelapa, lalu dilapisi gula merah. Gemblong Persahabatan punya bentuk lonjong dengan bagian luar yang renyah, sementara dalamnya kenyal dan lembut. Lapisan gula merah yang menyelimuti bagian luar menjadi ciri khas yang mudah dikenali.
detikFood juga menggambarkan Gemblong Persahabatan sebagai jajanan dengan bagian luar renyah, bagian dalam yang kenyal dan lembut, serta lapisan gula merah yang terasa legit. Karakter ini yang membuatnya punya daya tarik tersendiri bagi pencinta jajanan tradisional.
Sudah Berdiri Sekitar 15 Tahun
Menariknya, Gemblong Persahabatan bukan fenomena yang benar-benar baru. Dalam laporan mengenai kuliner viral di Jagakarsa, detikFood menyebut jajanan ini sudah berusia sekitar 15 tahun. Sebelum viral, ia sudah memiliki pelanggan setia yang datang langsung.
Perubahan besar terjadi ketika permintaan melonjak dan sistem pemesanan mulai diterapkan agar produksi bisa diatur. Ini contoh nyata bagaimana usaha kuliner tradisional bisa bertahan bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapat eksposur besar dari media sosial.
Pembeli Disarankan Pesan Terlebih Dahulu
Bagi Anda yang ingin mencoba, ada satu hal penting: jangan datang terlalu siang! Popularitas yang meningkat membuat stok cepat habis. Dalam liputannya, detikFood menyebut Gemblong Persahabatan kini menggunakan sistem pre-order (PO), terutama karena permintaan tinggi.
Jadi, jika ingin membawa pulang dalam jumlah banyak, sebaiknya pesan dulu. Datang lebih pagi juga bisa jadi pilihan untuk mendapatkan stok langsung dari lokasi.
Lokasi di Jagakarsa
Gemblong Persahabatan berlokasi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Nama "Persahabatan" diambil dari lokasi usaha di Jalan Persahabatan No. 7, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Karena berada di area permukiman, pembeli yang baru pertama kali datang disarankan menggunakan aplikasi peta.
Sejumlah informasi pihak ketiga juga mencantumkan lokasi di kawasan Cipedak, Jagakarsa, seperti yang tertera di situs SemuaBis. Pastikan untuk mengonfirmasi jam operasional terbaru sebelum berkunjung.
Kenapa Gemblong Persahabatan Bisa Viral?
Ada beberapa faktor yang membuat jajanan ini mencuri perhatian:
- Harga terjangkau — sekitar Rp2.500 per buah (laporan Juni 2026), ramah kantong semua kalangan.
- Rasa dan tekstur — perpaduan luar renyah, dalam kenyal, dan lapisan gula merah legit.
- Kelangkaan stok — ketika pembeli tahu makanan ini sulit didapat dan bisa habis sebelum siang, rasa penasaran justru memuncak.
- Media sosial — konten pembeli yang membagikan pengalaman makan menjadi promosi organik yang efektif.
Keempat faktor ini saling menguatkan, menciptakan gelombang permintaan yang luar biasa.
Jajanan Tradisional Kembali Naik Daun
Fenomena Gemblong Persahabatan adalah bagian dari tren lebih luas di dunia kuliner Jakarta. Jajanan tradisional seperti gemblong, lopis, ketoprak, kue putu, hingga jajanan pasar kembali mendapat perhatian lewat media sosial. Ini membuktikan bahwa viralitas tidak selalu butuh produk baru.
Makanan yang sudah ada bertahun-tahun pun bisa kembali populer ketika punya cerita, rasa kuat, harga menarik, dan pengalaman yang layak dibagikan. Dalam kasus ini, kisah keluarga Elah dan perjalanan usaha sekitar 15 tahun menjadi bagian penting dari daya tariknya.
Kesimpulan & Ajakan
Gemblong Persahabatan bukan sekadar jajanan laris. Di balik ribuan buah yang terjual setiap hari, ada cerita tentang usaha keluarga, resep tradisional, ketekunan, dan bagaimana makanan sederhana bisa kembali mendapatkan tempat di tengah perubahan tren kuliner Jakarta. Dengan kemampuan produksi 3.000-4.000 buah per hari, ia telah menjadi salah satu kuliner tradisional yang menarik perhatian dari berbagai wilayah.
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa media sosial bisa menjadi mesin promosi yang sangat kuat bagi usaha kecil. Tanpa iklan besar, satu unggahan pelanggan bisa membuat makanan tradisional dikenal ribuan orang.
Bagi Anda yang ingin mencoba, jadikan Gemblong Persahabatan sebagai pilihan saat mencari kuliner viral di Jakarta Selatan, khususnya bagi pencinta jajanan tradisional Betawi. Ingat, jangan datang terlalu siang dan pertimbangkan melakukan pemesanan terlebih dahulu. Selamat berburu gemblong, dan jangan lupa bagikan pengalaman Anda — siapa tahu jadi viral berikutnya!
Referensi Bacaan
Artikel Terkait
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
undefined. Rujukan resmi terverifikasi.
undefined. Rujukan resmi terverifikasi.
undefined. Rujukan resmi terverifikasi.
undefined. Rujukan resmi terverifikasi.
Catatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Ehaoyao.







